Sumber

  • INFODATIN PUSAT DATA DAN INFORMASI KEMENTRIAN KESEHATAN RI : SITUASI DAN ANALISIS RABIES. 2020
  • BUKU SAKU PETUNJUK TEKNIS PENATALAKSANAAN KASUS GIGITAN HEWAN PENULAR RABIES DI INDONESIA, 2016
  • Tanggal Posting: 28 Desember 2021

Apa itu Rabies?

Rabies disebut juga penyakit anjing gila adalah suatu penyakit infeksi akut pada susunan saraf pusat (otak) yang disebabkan oleh virus rabies.
Web MD, menuliskan, virus ini menyerang otak dan sumsum tulang belakang dan dapat diderita oleh semua mamalia termasuk anjing dan manusia.

Sifat-sifat virus Rabies

  • Mudah mati oleh sinar matahari dan sinar ultraviolet, pengaruh keadaan asam dan basa, zat pelarut lemak, misalnya ether dan kloroform, Na deoksikolat, dan air sabun.
  • Oleh karena itu sangat penting melakukan pencucian luka dengan menggunakan sabun sesegera mungkin setelah gigitan untuk membunuh virus rabies yang berada di sekitar luka gigitan.

Bagaimana cara penularan virus Rabies?

  • Melalui Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR) dan non gigitan (goresan cakaran atau jilatan pada kulit terbuka/mukosa) oleh hewan (anjing, kera, musang, kucing) yang terinfeksi virus rabies.
  • Masuk ke dalam tubuh melalui kulit yang terbuka atau mukosa (tidak dapat masuk melalui kulit yang utuh).
  • Penularan dari orang ke orang (langsung) dapat terjadi melalui saliva/cairan ludah penderita rabies mengenai/masuk mukosa/selaput lendir orang lain.

Tanda dan Gejala Rabies Pada Manusia


  • Tahap Prodromal (Awal) : demam, lemas, lesu, tidak nafsu makan, insomnia, sakit kepala hebat, sakit tenggorokan dan sering ditemukan nyeri.
  • Tahap Sensoris : rasa kesemutan/panas di lokasi gigitan, cemas dan reaksi berlebih terhadap rangsang sensorik.
  • Eksitasi : penderita tampak bingung, gelisah, halusinasi, tampak ketakutan disertai perubahan perilaku menjadi agresif. Muncul bermacam-macam fobia yaitu hidrofobia, aerofobia, fotofobia, serta hiperlakrimasi, hipersalivasi dan hiperhidrosis.
  • Tahap Paralisis : kelemahan otot secara bertahap dimulai dari bagian bekas luka gigitan/cakaran, berkembang perlahan mengenai otot pernafasan dan jantung yang dapat menyebabkan kematian.

Tanda dan Gejala Rabies Pada Hewan


  • Tahap Prodromal : perubahan perilaku hewan yaitu hewan tidak mengenal tuannya, sering menghindar dan tidak mengacuhkan perintah tuannya. Mudah terkejut dan cepat berontak bila ada provokasi.
  • Tahap eksitasi : berlangsung selama 3 – 7 hari, mulai mengalami fotofobi sehingga hewan akan bersembunyi di kolong tempat tidur, dibawah meja atau kursi.
  • Tahap Paralisis : kelumpuhan otot pengunyah sehingga rahang tampak menggantung. Suaranya sering seperti tersedak akibat kelumpuhan otot tenggorokan. Terjadi kelemahan kaki belakang sehingga saat jalan kaki belakang diseret
911